Showing posts with label Apple. Show all posts
Showing posts with label Apple. Show all posts
Thursday, January 2, 2014
Ratusan Ribu Aplikasi Mobile Ternyata "Zombie"
Menurut hasil pelacakan yang dilakukan perusahaan pengujian mobile StarDust, sekitar 61 persen dari 617.436 aplikasi di App Store tidak pernah diperbaharui dan memiliki kurang dari 10 ulasan.
Sementara itu, ada 41 persen dari 484.271 aplikasi di Google Play yang memiliki kriteria yang sama dengan aplikasi "zombie" di App Store.
Pasar aplikasi online terakhir, Windows Phone Marketplace, memiliki jumlah terparah, yaitu sekitar 69 persen, aplikasi "zombie". Jumlah aplikasi yang ada di toko tersebut diketahui kurang lebih sebanyak 120.000 aplikasi.
Secara total, lebih dari setengah aplikasi yang ada di ketiga platform tersebut tidak pernah diperbarui. Ada kemungkinan, seperti dikutip dari Venturebeat, Selasa (27/8/2013), aplikasi-aplikasi tersebut tidak pernah mencapai target unduhan yang diinginkan atau investasi si pihak pengembang belum balik modal.
Dari hasil pelacakan ini, terlihat bahwa 68 persen aplikasi yang ada di Google Play diunduh lebih sedikit dari 5.000 kali.
Secara rata-rata, ada 2.371 aplikasi baru yang diunggah setiap harinya. Kebanyakan, sekitar 47 persen dari aplikasi tersebut mampir ke Android. Sedangkan Apple mendapatkan jatah aplikasi sebanyak 41 persen. Sisanya, 12 persen, berlabuh ke Windows Phone.
Di saat lebih banyak aplikasi yang mampir ke Android, ternyata setiap harinya ada lebih banyak pengembang yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung ke program pengembang Apple. Setiap harinya ada 90 developer baru di Apple, 75 developer di Android, dah hanya 34 developer di Windows Phone Marketplace.
Uniknya, para pengembang Android lebih gemar memperbarui aplikasi mereka dibandingkan iOS. Setiap harinya ada 806 aplikasi iOS yang diperbarui, berbanding 2.341 aplikasi di Android.
"Ini bisa dijelaskan dengan praktik umum dari developer Android yang memperbarui aplikasi mereka agar posisi aplikasi tetap berada di posisi atas. Ini juga bisa terjadi karena fragmentasi dari platform yang membutuhkan pemeliharaan lebih dan penambalan celah secara regular," tulis StarDust.
Jumlah aplikasi dalam laporan StarDust memang tampak lebih sedikit dari yang diumumkan oleh perusahaan masing-masing. Sebagai contoh, jumlah aplikasi yang diumumkan oleh Apple di App Store adalah sebanyak 900.000. Kemungkinan, selisih jumlah tersebut disebabkan perbedaan aplikasi yang sudah "basi", tidak pernah diperbarui lagi ke sistem operasi versi terbaru.
Apple Sediakan iPad Bekas di Toko Onlinenya
VIVANEWS - Untuk pertamakalinya sejak iPad diperdagangkan, Apple kini menawarkan iPad refurbished. Harganya US$50 lebih murah dibanding iPad versi baru yang dijual di toko online mereka. Walau demikian, jumlahnya hanya terbatas.
Saat ini, hanya iPad refurbished versi Wi-Fi saja yang disediakan. Meski begitu, semua kapasitas tersedia dengan waktu pengiriman antara satu hingga tiga hari.
Seperti dikutip dari Apple Insider, 19 September 2010, versi 16GB dijual di harga US$499 atau sekitar Rp4 juta. Versi 32GB dijual di US$549 atau Rp4,95 juta dan kapasitas terbesar, yakni 64GB dijual di harga US$649 atau sekitar Rp5,85 juta.
Sama seperti penjualan barang refurbished Apple lainnya, iPad refurbished dilengkapi dengan garansi terbatas selama satu tahun. Pembeli yang ingin mendapatkan garansi lebih bisa menambahkan layanan AppleCare Protection Plan saat membeli iPad baru tapi bekas tersebut.
Sejak diluncurkan April lalu, Apple memang belum pernah menawarkan tablet layar sentuh versi refurbished tersebut dalam kapasitas besar. Adapun pesanan terhadap barang baru, beberapa kali Apple meminta calon pembeli menunggu selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelum produk itu tersedia. (sj)
Saat ini, hanya iPad refurbished versi Wi-Fi saja yang disediakan. Meski begitu, semua kapasitas tersedia dengan waktu pengiriman antara satu hingga tiga hari.
Seperti dikutip dari Apple Insider, 19 September 2010, versi 16GB dijual di harga US$499 atau sekitar Rp4 juta. Versi 32GB dijual di US$549 atau Rp4,95 juta dan kapasitas terbesar, yakni 64GB dijual di harga US$649 atau sekitar Rp5,85 juta.
Sama seperti penjualan barang refurbished Apple lainnya, iPad refurbished dilengkapi dengan garansi terbatas selama satu tahun. Pembeli yang ingin mendapatkan garansi lebih bisa menambahkan layanan AppleCare Protection Plan saat membeli iPad baru tapi bekas tersebut.
Sejak diluncurkan April lalu, Apple memang belum pernah menawarkan tablet layar sentuh versi refurbished tersebut dalam kapasitas besar. Adapun pesanan terhadap barang baru, beberapa kali Apple meminta calon pembeli menunggu selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelum produk itu tersedia. (sj)
Sunday, December 29, 2013
Maps Bikin Frustasi, Bos Apple Minta Maaf Lewat Surat
VIVANEWS -- Dalam pernyataan yang tidak biasa, CEO Apple, Tim Cook, pada Jumat 28 September 2012, meminta maaf pada para konsumennya yang mengeluhkan performa aplikasi pemetaan buatan Apple, Apple Maps. Melalui surat terbuka.
"Di Apple, kami selalu berusaha untuk membuat produk kelas dunia, untuk memberikan yang terbaik pada pelanggan kami," tulis Cook, seperti dimuat CNN.
Dia mengakui, Maps yang diluncurkan minggu lalu tidak sesuai dengan komitmen tersebut, untuk memberikan yang terbaik. "Kami sungguh minta maaf karena telah menyebabkan pelanggan kami frustrasi. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk membuat Maps lebih baik."
Masih dalam suratnya, Cook menyebut, lebih dari 100 juta perangkat mobile telah di-upgrade ke sistem iOS terbaru, menggantikan Google Maps.
Yang mengejutkan, Cook menyarankan para pelanggannya untuk beralih sejenak dari Apple Maps, ke aplikasi pemetaan lain, termasuk para pesaing. Dan ya, Google Maps.
"Sementara kami meningkatkan performa Maps, Anda bisa mencoba alternatif lain dengan mengunduh aplikasi peta dari App Store seperti Bing, MapQuest, dan Waze. Atau menggunakan aplikasi pemetaan Google juga Nokia maps, dengan cara mengunjungi situsnya dan membuat ikon pada layar (home screen) Anda untuk aplikasi web mereka," tambahnya.
Seperti yang diketahui, setelah menggunakan data pemetaan Google selama lima tahun, Apple pada 19 September 2012 "membuang" Google Maps dari sistem operasi terbaru iOS 6, yang digunakan jutaan perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch.
Apple Maps juga ada di dalam iPhone 5, produk teranyar Apple yang diluncurkan minggu lalu, yang laris manis, laku lima juta buah keping dalam waktu tiga hari.
Sayangnya, Apple Maps didukung data yang secara signifikan kurang dibandingkan pendahulunya. Tak akurat bahkan membuat tersesat. Entah bagaimana, sebuah kota ada di lautan, daerah pertanian disebut bandar udara, jalan layang berakhir entah di mana, dan kota Stratford-upon-Avon, tempat asal Shakespeare, mendadak ada di dalam sebuah rumah sakit. Belum lagi kualitas peta yang dianggap kurang memuaskan.
Banyak yang menyebut tak adanya Google Maps menjadi kekurangan signifikan iPhone 5. Bahkan, Google pun meledek iPhone tanpa Google Maps di iklan Motorola, menyebutnya sebagai "iLost".
Sebelumnya, pendiri Apple, Steve Wozniak juga ikut bicara atas kontroversi kualitas Apple Maps. Woz mengakui bahwa layanan pemetaan Apple memang mengecewakan. Tapi ia menegaskan bahwa kelemahan yang ada tidak begitu parah. (umi)
"Di Apple, kami selalu berusaha untuk membuat produk kelas dunia, untuk memberikan yang terbaik pada pelanggan kami," tulis Cook, seperti dimuat CNN.
Dia mengakui, Maps yang diluncurkan minggu lalu tidak sesuai dengan komitmen tersebut, untuk memberikan yang terbaik. "Kami sungguh minta maaf karena telah menyebabkan pelanggan kami frustrasi. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk membuat Maps lebih baik."
Masih dalam suratnya, Cook menyebut, lebih dari 100 juta perangkat mobile telah di-upgrade ke sistem iOS terbaru, menggantikan Google Maps.
Yang mengejutkan, Cook menyarankan para pelanggannya untuk beralih sejenak dari Apple Maps, ke aplikasi pemetaan lain, termasuk para pesaing. Dan ya, Google Maps.
"Sementara kami meningkatkan performa Maps, Anda bisa mencoba alternatif lain dengan mengunduh aplikasi peta dari App Store seperti Bing, MapQuest, dan Waze. Atau menggunakan aplikasi pemetaan Google juga Nokia maps, dengan cara mengunjungi situsnya dan membuat ikon pada layar (home screen) Anda untuk aplikasi web mereka," tambahnya.
Seperti yang diketahui, setelah menggunakan data pemetaan Google selama lima tahun, Apple pada 19 September 2012 "membuang" Google Maps dari sistem operasi terbaru iOS 6, yang digunakan jutaan perangkat iPhone, iPad, dan iPod Touch.
Apple Maps juga ada di dalam iPhone 5, produk teranyar Apple yang diluncurkan minggu lalu, yang laris manis, laku lima juta buah keping dalam waktu tiga hari.
Sayangnya, Apple Maps didukung data yang secara signifikan kurang dibandingkan pendahulunya. Tak akurat bahkan membuat tersesat. Entah bagaimana, sebuah kota ada di lautan, daerah pertanian disebut bandar udara, jalan layang berakhir entah di mana, dan kota Stratford-upon-Avon, tempat asal Shakespeare, mendadak ada di dalam sebuah rumah sakit. Belum lagi kualitas peta yang dianggap kurang memuaskan.
Banyak yang menyebut tak adanya Google Maps menjadi kekurangan signifikan iPhone 5. Bahkan, Google pun meledek iPhone tanpa Google Maps di iklan Motorola, menyebutnya sebagai "iLost".
Sebelumnya, pendiri Apple, Steve Wozniak juga ikut bicara atas kontroversi kualitas Apple Maps. Woz mengakui bahwa layanan pemetaan Apple memang mengecewakan. Tapi ia menegaskan bahwa kelemahan yang ada tidak begitu parah. (umi)
Labels:
Apple,
apple minta,
apple minta maaf,
bikin frustasi,
bos,
bos apple,
lewat,
maaf,
maaf lewat,
minta,
minta maaf,
news
Thursday, December 26, 2013
Ratusan Ribu Aplikasi Mobile Ternyata "Zombie"
Menurut hasil pelacakan yang dilakukan perusahaan pengujian mobile StarDust, sekitar 61 persen dari 617.436 aplikasi di App Store tidak pernah diperbaharui dan memiliki kurang dari 10 ulasan.
Sementara itu, ada 41 persen dari 484.271 aplikasi di Google Play yang memiliki kriteria yang sama dengan aplikasi "zombie" di App Store.
Pasar aplikasi online terakhir, Windows Phone Marketplace, memiliki jumlah terparah, yaitu sekitar 69 persen, aplikasi "zombie". Jumlah aplikasi yang ada di toko tersebut diketahui kurang lebih sebanyak 120.000 aplikasi.
Secara total, lebih dari setengah aplikasi yang ada di ketiga platform tersebut tidak pernah diperbarui. Ada kemungkinan, seperti dikutip dari Venturebeat, Selasa (27/8/2013), aplikasi-aplikasi tersebut tidak pernah mencapai target unduhan yang diinginkan atau investasi si pihak pengembang belum balik modal.
Dari hasil pelacakan ini, terlihat bahwa 68 persen aplikasi yang ada di Google Play diunduh lebih sedikit dari 5.000 kali.
Secara rata-rata, ada 2.371 aplikasi baru yang diunggah setiap harinya. Kebanyakan, sekitar 47 persen dari aplikasi tersebut mampir ke Android. Sedangkan Apple mendapatkan jatah aplikasi sebanyak 41 persen. Sisanya, 12 persen, berlabuh ke Windows Phone.
Di saat lebih banyak aplikasi yang mampir ke Android, ternyata setiap harinya ada lebih banyak pengembang yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung ke program pengembang Apple. Setiap harinya ada 90 developer baru di Apple, 75 developer di Android, dah hanya 34 developer di Windows Phone Marketplace.
Uniknya, para pengembang Android lebih gemar memperbarui aplikasi mereka dibandingkan iOS. Setiap harinya ada 806 aplikasi iOS yang diperbarui, berbanding 2.341 aplikasi di Android.
"Ini bisa dijelaskan dengan praktik umum dari developer Android yang memperbarui aplikasi mereka agar posisi aplikasi tetap berada di posisi atas. Ini juga bisa terjadi karena fragmentasi dari platform yang membutuhkan pemeliharaan lebih dan penambalan celah secara regular," tulis StarDust.
Jumlah aplikasi dalam laporan StarDust memang tampak lebih sedikit dari yang diumumkan oleh perusahaan masing-masing. Sebagai contoh, jumlah aplikasi yang diumumkan oleh Apple di App Store adalah sebanyak 900.000. Kemungkinan, selisih jumlah tersebut disebabkan perbedaan aplikasi yang sudah "basi", tidak pernah diperbarui lagi ke sistem operasi versi terbaru.
Subscribe to:
Posts (Atom)